Korut Sembunyikan 13 Pangkalan Rudal

Citra satelit yang menunjukkan pangkalan rudal tersembunyi Korut. (Foto: CSIS/CNN)

Washington: Sebuah temuan baru yang dirilis Amerika Serikat (AS) menyebutkan bahwa Korea Utara (Korut) masih mengoperasikan sedikitnya 13 pangkalan yang digunakan untuk menyembunyikan rudal. 

Para peneliti dari Center for Strategic and International Studies di Washington menambahkan bahwa 13 pangkalan rudal tersebut sengaja disembunyikan dan belum diumumkan oleh Pemerintah Korut.

“Ini tidak seperti pangkalan-pangkalan yang telah dihancurkan,” kata Victor Cha, pemimpin program CSIS Korut kepada New York Times, Selasa 13 November 2018.

“Pekerjaan (rudal) terus berlanjut. Apa yang orang khawatirkan adalah Presiden AS Donald Trump akan menerima kesepakatan yang buruk, misalnya dengan meyakinkan bahwa ada sejumlah pangkalan yang sudah dihancurkan untuk menutupi sejumlah pangkalan yang disembunyikan,” lanjut dia.

Baca: Ingin Capai Denukrilisasi, Korut Minta Dukungan ASEAN

Victor merupakan orang yang pernah ditunjuk menjadi kandidat Duta Besar AS di Korea Selatan, namun dicabut karena dianggap tak sejalan dengan administrasi Trump.

Disebutkan pula, pangkalan-pangkalan tersebut tersebar di seluruh Korut dan terletak di fasilitas bawah tanah dan terowongan di lembah gunung.

“Setiap rudal di pangkalan-pangkalan ini dilengkapi hulu ledak,” ungkap Victor.

Tak hanya itu, rudal ini disinyalir bisa menyerang Jepang dan seluruh Korea Selatan dan termasuk rudal jarak menengah yang terbang sekitar 90-150 kilometer. 
 

(WIL)

Pesawat Boeing Mendarat Darurat di Guyana, Penumpang Terluka

Pesawat Fly Jamaica Airways mendarat darurat di Guyana. (Foto: Express.co.uk).

Georgetown: Sebuah pesawat penumpang milik Fly Jamaica Airways mendarat darurat di Guyana. Enam orang penumpang dilaporkan terluka.
 
Pesawat jenis Boeing itu mendarat darurat di Georgetown, Guyana, Jumat 9 November 2018. Terbang menuju Toronto, Kanada ini mengalami kerusakan pada sistem hidroliknya sesaat setelah lepas landas.
 
“Pesawat itu mendarat darurat setelah lepas landas dan sempat  tergelincir di landasan,” ujar Menteri Transportasi Guyana, David Patterson, seperti dikutip AFP, Jumat, 9 November 2018.
 
Menurut Patterson, luka yang diderita para penumpang tidak mengancam jiwa. Saat ini korban luka sudah dibawa rumah sakit dekat bandara yang berdekatan dengan perbatasan Venezuela.
 
“Semua korban dalam kondisi stabil dan terus dipantau. Tidak ada penumpang yang dilaporkan menderita patah tulang,” imbuh Patterson.
 
Diketahui ada 118 penumpang dalam pesawat Boeing 757-200, termasuk 82 warga Kanada. Sementara delapan awak kabin juga berada di pesawat itu.
 
Kepolisian Guyana mengamankan lokasi kecelakaan agar penyelidikan bisa dilakukan. Pihak National Transportation Safety Board (NTSB) Amerika Serikat juga sudah mengetahui insiden ini.
 
Pihak maskapai pun memastikan bahwa penumpang dalam kondisi aman. Mereka juga mengakui ada kerusakan teknis dari pesawat yang membuatnya melakukan pendaratan darurat.

(FJR)

Jutaan Warga AS Beramai-ramai Ikuti Pemilu Sela

Warga mengantre untuk menggunakan suara mereka dalam pemilu sela di San Diego, California, AS, 6 November 2018. (Foto: AFP / Ariana Drehsler)

Washington: Jutaan warga Amerika Serikat beramai-ramai mendatangi tempat pemungutan suara untuk memilih perwakilan mereka di Kongres dalam pemilihan umum sela, Selasa 6 November 2018. Pemilu sela ini memperebutkan 435 kursi dewan perwakilan, 35 tingkat senat dan 36 level gubernur.

Dari New York hingga California, dan dari Missouri sampai Georgia, terjadi antre panjang di TPS sejak pagi buta. Antrean ini terjadi setelah warga AS melewati masa kampanye ‘panas’ Partai Demokrat dan Republik. 

Demokrat berjuang keras agar dapat mendominasi jumlah kursi di dewan perwakilan dan juga senat. Namun media lokal menyebutkan Demokrat cenderung lebih fokus pada kursi dewan perwakilan. 

Kantor berita CBS mengestimasi Demokrat akan memenangkan 225 kursi dewan, sementara Republik 210. Angka 225 sudah melewati jumlah minimum 218 untuk mencapai mayoritas.

Namun estimasi tersebut memiliki margin of error 13 kursi untuk masing-masing kubu. Ini artinya, hasil akhir akan ditentukan kepada setiap pemilih yang hadir atau absen dalam pemilu sela.  

Republik memiliki peluang yang lebih baik di level Senat, di mana beberapa petahana Demokrat mempertahankan kursi mereka di sejumlah negara bagian yang dimenangkan Presiden Donald Trump pada 2016. 

Sejumlah media lokal memperkirakan tingkat keikutsertaan warga pada pemilu sela kali ini lebih tinggi dari pemilihan sebelumnya. 

(WIL)

Enggan Bersihkan Kamar, Bocah AS Tembak Neneknya

Ilustrasi penembakan. (Foto: Medcom.id)

Los Angeles: Bocah 11 tahun dilaporkan menembak neneknya sendiri karena kesal usai disuruh membersihkan kamarnya. Korban ditembak di bagian belakang kepala, dan bocah itu kemudian menembak dirinya sendiri.

Yvonne Woodard, 65, ditembak di rumahnya di kota Litchfield Park, Arizona, Amerika Serikat, saat sedang menonton televisi bersama suaminya.

“Sang kakek mengatakan kepada polisi cucunya marah karena diminta membereskan kamar,” kata Kepolisian Arizona, seperti dilansir dari laman The Star, Selasa 6 November 2018.

Juru bicara Kepolisian Sektor Maricopa Sersan Joaquin Enriquez mengonfirmasi kepada media lokal bahwa pasangan itu memang sedang menonton televisi sesaat sebelum kejadian. “Pelaku membawa pistol dan langsung menembak neneknya,” ucap Enriquez.

“Pemeriksaan awal kasus ini menunjukkan tidak ada tanda-tanda pelaku berpotensi melukai seseorang atau dirinya sendiri. Tidak ada penyebab yang bisa mengindikasikan pelaku mungkin melakukan penembakan ini,” lanjut dia.

Usai penembakan, suami korban sempat mengejar bocah tersebut. Namun, di saat yang bersamaan, pelaku menembak dirinya sendiri. Pelaku serta neneknya meninggal dunia akibat luka tembak jarak dekat.

Polisi menyebut pistol yang digunakan adalah milik kakek pelaku. Pasangan suami istri itu memiliki hak asuh penuh terhadap cucunya. 

(WIL)